Sabtu, 23 Maret 2013

INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK DAN SUPERVISI MANAJERIAL


1.    Perbedaan Supervisi Manajerial dengan Supervisi Akademik

Supervisi Manajerial
Supervisi manajerial adalah pemantaun dan pembinaan terhadap pengelolaan dan administrasi sekolah (dilakukan oleh Pengawas terhadap Kepala Sekolah)

Supervisi Akademik
Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola PBM agar mampu mencapai tujuan pembelajaran. (dilakukan oleh Kepala Sekolah terhadap guru).

Hakikat supervisi managerial, supervisor juga dituntut untuk memantau yang berkaitan dengan standar isir, SKL, Standar Proses, Standar Tenaga Pendidik, Standar Sarana Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian. Hakikat Supervisi menagerial adalah agar sekolah terakreditasi dengan baik dan dapat memenuhi Standar Pendidikan Nasional. Hakikat (Esensi) dari Supervisi Akademik adalah membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya dengan tetap tidak terlepas dan penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola PBM


Metode Supervisi Managerial
1.Monitoring dan Evaluasi
Memonitoring pelaksana Rencana Pengembangan Sekolah (RPK), pengawas harus melengkapi diri dengan daftar isian yang memuat indikator sekolah
Evaluasi mengetahui sejauhmana kesuksesan pelaksanaan penyelenggaraan sekolah
2.Focused Group Discussion (Diskusi Kelompok)
Keterbukaan pihak sekolah dengan komite sekolah, pengawas sebagai fasilitator
3.Metode Delphi – Sekolah memiliki rumusan visi, misi dan tujuan yang jelas dan realism sesuai dengan kondisi sekolah, peserta didik, potensi sekolah
4.Workshop – Bersifat kelompok, melibatkan beberapa sekolah, perwakilan komite lewat KKPS, K3S

Metode Supervisi Akademik
Monitoring dan evaluasi, memonitoring pelaksanaan PBM mulai dari program, pelaksanaan dan evaluasi

2.     Hakikat Supervisi
Supervisi yang dilakukan kepala sekolah dan pengawas dalam pembelajaran dikenal dengan nama supervisi pembelajaran . Secara konseptual, supervisi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran .
Berdasarkan hal ini, maka esensial supervisi pembelajaran itu sama sekali bukan menilai kinerja guru dalam mengelola pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.
Jadi, fungsi pengawasan atau supervisi dalam pendidikan bukan hanya sekedar kontrol atau melihat apakah segala kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana atau program yang telah digariskan, tetapi lebih dari itu supervisi dalam pendidikan mengandung pengertian yang luas. Kegiatan supervisi mencakup penentuan kondisi-kondisi atau syarat-syarat personel maupun material yang diperlukan untuk terciptanya situasi belajar-mengajar yang efektif.
Pekerjaan supervisi bukanlah pekerjaan inspeksi, melainkan memberikan dorongan dan bantuan, karena guru memerlukan bantuan langsung dari ahlinya untuk memperbaiki pembelajaran . Dalam pelaksanaannya, supervisi  adalah evaluasi, bukan inspeksi, karena kalau inspeksi pendidik hanya menjadi objek pengamatan pejabat. Sedangkan evaluasi, setiap orang adalah subjek yang bekerjasama dengan para supervisor dalam melakukan kritik dan menjaga gerak dengan kerja mereka. Sebagaimana dikemukakan Nerney dalam Sagala (2007) supervisi adalah prosedur memberi arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pembelajaran . Tujuan akhir dari supervisi harus memberi pelayanan yang lebih baik kepada semua murid untuk perkembangan belajar mengajar yang baik.
3.      Teknik-teknik supervise
1.      Kunjungan Kelas (Classroom Visitator)
2.      Observasi Kelas (Classroom Observation)
3.      Percakapan Pribadi (Individual Conference)
4.      Kunjungan antar kelas atau antar sekolah
5.      Rapat rutin
6.      Pekerjaan Gugus
7.      Kunjungan KKG, KKKS, KKPS
8.      Sistem Magang
9.      Penataran tingkat local
10.  Karya Wisata
11.  Pemanfaatan media massa

4.      Penilaian
Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik.Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut.
Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan, bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai.
5.      Yang digunakan untuk menilai guru-guru ketika mengunjungi kelas adalah Instrumen Kunjungan Kelas (contoh Instrumennya di bawah ini)
INSTRUMEN KUNJUNGAN KELAS
Nama Guru                              : ……………………………..
Kelas                                        : ……………………………..
Nama Mata Pelajaran              : ……………………………..
Waktu                                      : ……………………………..
Semester                                   : ……………………………..
Hari/ tanggal                            : ……………………………..
No.
Uraian Kegiatan
Kriteria Penilaian
1
2
3
4
1
Persiapan dan apresepsi    




2
Relevansi materi dengan tujuan pembelajaran    




3
Penguasaan materi    




4
Strategi    




5
Metode   




6
Media




7
Manajemen kelas    




8
Pemberian motivasi kepada siswa    




9
Nada dan suara    




10
Penggunaan bahasa    




11
Gaya dan sikap perilaku    




Jumlah NILAI RIIL = ……………………….    





Jumlah NILAI IDEAL = 44

Klasifikasi
………………………..
Nilai PERSENTASI = …………………….. %
A : Baik Sekali : 81% - 100%
B : Baik  : 66% - 80%
C : Cukup : 51% - 65%
D : Kurang : 0% - 55%
Saran Pembinaan:
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
 …………,…………………………
Kepala Sekolah,


(……………………………..)
Nip. ……………………………

Baca juga artikel di bawah ini

Blog Archive